Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Wanita Menurut Kaum Arab Jahiliyah



Di dalam Al-Qur’an, Allah Yang Maha Mengetahui menggambarkan secara detail dan jelas perasaan orang Arab Jahiliyah ketika mereka mendapat kabar kelahiran anak perempuan. Allah berfirman, “dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Dia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakh dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu” (An-Nahl: 58-59).
Al-Qur’an menyebutkan perilaku orang-orang Arab Jahiliyah bahwa mereka mengubur hidup-hidup anak-anak perempuan mereka karena takut menanggung cela atau makan bersama mereka. Dalam pandangan mereka, wanita tak lebih dari barang warisan sehingga seorang laki-laki bisa menikahi istri ayahnya (setelah kematian ayahnya) dan melarang mereka untuk menikah sepanjang masa. Dalam hal ini berarti kaum Arab Jahiliyah membolehkan seorang laki-laki untuk menikahi ibunya.
Kalaupun ada sedikit pemuliaan terhadap sebagian wanita, itu bukan sebagai bentuk pengakuan terhadap hak-hak mereka, tetapi sebagai bentuk cinta kepadanya, sebagaimana seseorang cinta kepada kudanya atau hak miliknya yang lain (lihat Mushthafa As-Siba’i. Dr, Al-Mar’ah Baynal Fiqhi wal Qanun, halaman 13-22 dan Muhammad bin Abdullah Arafah, Huququl Mar’ah fil Islam, halaman 20-34).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar